Friday, 18 November 2011

Dosa yang lebih besar dari berzina

Pada suatu senja yang lengang, 

terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menutup hampir seluruh wajahnya tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang telah meroyak hidupnya.


Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil memberi salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam,

“Silakan masuk”


Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,

“Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”


“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut.


“Saya takut mengatakannya.”jawab wanita cantik..


“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.


Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina”.


Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak.


Perempuan itu meneruskan,
“Dari perzinaan itu saya pun… hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya… cekik lehernya sampai… mati,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.


Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan bejad, pergi kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa..

Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu.. Bahkan ia tak tahu mahu dibawa kemana lagi kaki-kakinya.

Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,

“Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?”


Nabi Musa terperanjat.
“Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?”
Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
“Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”


“! Ada!” jawab Jibril dengan tegas.


“Dosa apakah itu?” tanya Nabi Musa.


Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.


Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. 

Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.


Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu ada, di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.


Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah.


 


jumpa lagi ya :)


p/s: kongsi dari sini

Friday, 8 July 2011

Mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna : )


Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah kesempatan..

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatkan mu tertarik, 
Itu bukan pilihan,
itulah kesempatan..

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan ,
Itupun adalah kesempatan .

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,
Itu adalah pilihan .

Adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Bahkan ketika kita menyedari bahawa masih ramai orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan.


Perasaan cinta, simpati, tertarik,
Datang sebagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. 
Pilihan yang kita lakukan. 
 
Pasangan jiwa boleh benar-benar ada.
Dan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu.

Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak,

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,

Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna
dengan cara yang sempurna...


“Perempuan itu dinikahi kerana empat perkara, kerana hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan kerana agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama nescaya kamu akan bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang warak dan akhlaknya kamu redhai maka kawinkanlah dia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerosakan.” (HR. At Tirmidzi)


jumpa lagi ya :)

Hurt ?

You never know how much you have hurt someone until someone else pointing it out to you. If you are an egoist you wouldn't want to accept other people criticism towards you. You always feel you are all the time the wonderful ones.. If only I could tape what is going on around me then you can see your true self..

Sunday, 3 July 2011

apa khabar semua?


 
jumpa lagi ya :)

ya ALLAH....

Aku berdoa kepadaMU ya ALLAH,

untuk menemukan aku dengan seorang lelaki yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu...
yang mencintai aku bukan kerana kecantikanku tetapi kerana siapa aku dihatinya...
seorang lelaki yang menasihati ketika aku berbuat salah dan yang tegar mendoakan aku dalam kehidupannya..
Seorang lelaki yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
seorang lelaki yang memerlukan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.. yang menjagaku sebagai amanah hidupnya..

Dan aku juga meminta kepadaMU ya ALLAH..
Jadikanlah aku seorang perempuan yang dapat membuat lelaki itu bangga kerana aku mencintai-Mu lebih dari mencintainya..
yang mampu untuk selalu ada di rusuk kirinya malah cukup ampuh untuk lelaki itu bersandar saat sihat dan saat lelahnya..
Dan jadikan juga aku seorang perempuan yang cukup bijaksana menguruskan amanah lelaki itu disepanjang persinggahan kami di dunia ini..

Aku mengetahui bahawa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan..
Sehingga kami bertemu, lindungilah aku daripada lelaki-lelaki yang sekadar menumpang teduh dihatiku...simpankanlah tubuhku dan hatiku hanya untuk lelaki yang berhak untukku...

Terima kasih ya ALLAH tuhan sekalian alam...
yang Maha Esa Maha Berkuasa....


p/s/: jangan lupa doa untuk ibu bapa kita ya..


jumpa lagi ya :)

Human Being

human...is born with their own takdir and life passage...

we could have seen a man who did everything with excellence in his life, gets everything that good and blessed in life... and we could have seen some that struggling in everything but still haven't get their rezeki... and sometimes, there was a few of them who have left their life long ago but their words/actions still works to motivate another human..

if the first type of human is like a sun, then the third is the moon.. and if you were the second type, there is nothing to be worried dear...because you can still be a star to give a shine to the world... even though you're not listed above, you may still be a comet to shine at surprising time..

in life, in our islam, we trust Allah would give the best to any of us who's seeking for the light...and never lose hope to Allah :)

jumpa lagi ya :)